Sabtu, 22 Juli 2017

PROFIL LENGKAP NEGARA BRUNEI DARUSSALAM

PROFIL LENGKAP NEGARA BRUNEI DARUSSALAM

BRUNEI DARUSSALAM

Brunei Darussalam adalah sebuah negara kecil yang terletak di Asia Tenggara. Letaknya di bagian utara Pulau Borneo/Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Brunei terdiri dari dua bagian yang dipisahkan di daratan oleh Malaysia. Negara ini terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan dalam melaksanakan syariat Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Nama Borneo diberikan oleh orang-orang Inggris berdasarkan nama wilayah ini karena pada masa lalu orang Eropa berdagang melalui bandar di Brunei sebagai bandar perniagaan terbesar di pulau ini.
PROFILE SINGKAT
Nama resmi : Negara Brunei Darussalam (melayu arab: بروني دارالسلام)
Lagu kebangsaan: Allah Peliharakan Sultan
Motto: Selalu menuruti arahan Tuhan




Bendera :
 
Lambang

Ibu kota (dan kota terbesar) : Bandar Seri Begawan
Bahasa resmi : Melayu
Pemerintahan : Monarki absolut Islam
– Sultan : Hassanal Bolkiah
– Pangeran (Putra mahkota) : Al-Muhtadee Billah
Formasi :
– Sultan : Abad ke 14
– Akhir Protektor Inggris : 1 Januari 1984
Luas wilayah :
– Total : 5.765 km2
– Air (%) : 8.6%
Penduduk :
– Perkiraan Juli 2008 : 381,371 jiwa
– Kepadatan : 66/km2
PDB (KKB) : Perkiraan 2007
– Total : $19.640 billion (ke-114)
– Per kapita : $51,000 (ke-5)
IPM (2008) :▲ 0.919 (high) (ke-27)
Mata uang : Brunei dollar (BND)
Zona waktu : (UTC+8)
Lajur kemudi : kiri
Ranah Internet : .bn
Kode telepon : +673

a. Letak dan luas
Brunei terletak di Pulau Kalimantan. Di Asia Tenggara, Brunei adalah negara terkecil. Luasnya hanya ±5.770 km2.
Secara astronomis berada antara 4oLU – 5oLU dan antara 114oBT – 115oBT. 
Batas geografis Brunei di sebelah utara adalah Laut Cina Selatan, sedangkan di sebelah selatan, barat, dan timur adalah wilayah negara bagian Serawak (Malaysia).

Gambar: Peta Brunai Darussalam

Penduduk
Jumlah penduduk Brunei Darussalam sekitar 330.000 jiwa. Sebagian besar merupakan keturunan Melayu. Sisanya adalah keturunan Cina dan India.

Dalam percakapan sehari-hari, penduduk Brunei menggunakan bahasa Melayu, Inggris, dan Cina. Bahasa Melayu menjadi bahasa nasional. Pemerintah menyediakan perawatan kesehatan dan pendidikan secara cuma-cuma (gratis). Kekayaan minyak bumi menjadikan Brunei tumbuh menjadi negara kaya.
b. Bentang alam
Bentuk wilayah Brunei seperti “kantong” dalam wilayah Serawak. Wilayah tersebut terbagi dua dan tidak saling terhubung. Wilayah bagian timur yang lebih kecil (Temburong) memiliki topografi bergunung-gunung, dengan ketinggian rata-rata 1.000 m.

Di ujung selatan Temburong terdapat bukit yang tertinggi, yaitu Bukit Pagon. Di wilayah Temburong juga mengalir beberapa sungai, yaitu Sungai Temburong, Batu Apoi, Belalong, dan Pandaruan. Semua sungai itu bermuara di Teluk Brunei.
Wilayah bagian barat, didominasi oleh dataran. Dari pantai yang landai di bagian barat laut ke arah pedalaman (selatan), ketinggiannya semakin meningkat dan tanahnya semakin berbukit-bukit.

Mendekati Serawak, yaitu di wilayah Brunei bagian barat ketinggian bukit lebih dari 300 m, relatif lebih rendah dibandingkan ketinggian bukit-bukit bagian timur. Wilayah pantai berupa rawa dengan hutan bakau. Beberapa sungai di wilayah ini adalah Sungai Belait, Tutong, dan Sungai Brunei.
c. Iklim
Brunei beriklim tropis lembab. Suhu rata-rata 27oC dan curah hujan rata-rata ±3.040 mm per tahun. Daerah pedalaman yang berbukit-bukit memiliki curah hujan sampai ±4.000 mm per tahun.
Ketika bertiup angin musim barat daya yang lembab (Mei – Oktober), Brunei mengalami musim hujan. Musim kemarau berlangsung bulan November – April, yaitu saat bertiup angin musim timur laut yang kering.
d. Sosial budaya
Pada tahun 2008, jumlah penduduk Brunei mencapai 381.371 jiwa, dengan angka pertumbuhannya 1,94%.
Penduduk Brunei sebagian besar adalah etnis Melayu (69%). Selebihnya adalah etnis Cina, Dayak, India, dan sebagainya. Agama utama di Brunei adalah Islam. Beberapa agama lain adalah Buddha dan Kong Hu Chu.
Sebagian masyarakat Brunei juga masih menganut animisme. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Melayu. Bahasa lainnya adalah bahasa Cina dan bahasa Inggris– yang terutama digunakan oleh para ekspatriat.


e. Perekonomian
Pendukung perekonomian Brunei yang terpenting adalah kegiatan pertambangan, terutama minyak bumi dan gas. Selain itu Brunei juga mengandalkan bidang industri. Industri utama adalah industri pengolahan minyak, gas alam cair, dan konstruksi.
Sebesar 71,9 % pendapatan negara diperoleh dari bidang pertambangan dan industri. Bidang pertanian hanya menghasilkan 0,9 % dari total pendapatan, dan hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Hasil utama pertanian berupa padi, dan kelapa, lada, dan buah-buahan. Saat ini Brunei juga tengah meningkatkan peranan bidang perdagangan, perbankan, serta pariwisata.
f. Hubungan dengan Indonesia
Brunei dan Indonesia bekerja sama sebagai anggota ASEAN, APEC, dan WTO. Kedua negara juga melakukan kerja sama bilateral di bidang pendidikan dan kebudayaan. Misalnya dengan pengiriman tenaga pengajar, dan apresiasi kebudayaan melalui siaran televisi.

Kegiatan ekspor-impor juga dilakukan oleh kedua negara. Berikut adalah komoditinya.

1. Ekspor Brunei ke Indonesiaterutama adalah hasil pengolahan minyak dan gas bumi.

2. Ekspor Indonesia ke Brunei: bahan bangunan, mineral, bahan pakaian, kendaraan, alat
    komunikasi, biji-bijian dan gula.

Kerjasama dengan Negara Asean
  1. Sejarah Singkat Hubungan Bilateral
    Awal dibukanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Brunei Darussalam sebenarnya telah ditandai dengan adanya saling kunjung secara tidak resmi antara pejabat tinggi kedua negara. Menjelang kemerdekaan Brunei Darussalam pada tahun 1984, Sultan Brunei Darussalam melakukan kunjungan tidak resmi ke Indonesia pada tahun 1981. Sementara itu Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH juga telah melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam pada tahun 1982.
Sejak pembukaan hubungan diplomatik Indonesia-Brunei Darussalam tanggal 1 Januari 1984, hubungan bilateral kedua negara terus berkembang dengan baik di segala bidang.
  1. Kerjasama dan Hubungan Politik
    Kedekatan hubungan Indonesia dan Brunei Darussalam ditandai dengan terus berlangsungnya saling kunjung antar para pejabat negara, pengusaha dan rakyat kedua negara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terakhir kali berkunjung ke Brunei Darussalam pada bulan Februari 2006. Sedangkan Sultan Brunei Darussalam ke Indonesia terakhir berkunjung ke Indonesia pada 9 – 11 November 2008.
Pada bulan November 1999 kedua negara sepakat untuk membentuk Komisi Bersama pada tingkat Menlu untuk menggali berbagai potensi kerjasama di antara kedua negara. Pertemuan Komisi Bersama yang pertama berlangsung di Jakarta tanggal 25 Juli 2003, sementara pertemuan kedua (terakhir) diadakan di Bandar Seri Begawan tanggal 18 Agustus 2006. Pada kesempatan tersebut, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang antara lain perdagangan, kebudayaan, pertahanan, kesehatan, penerangan, ketenagakerjaan serta mendorong peningkatan hubungan antarswasta dan masyarakat kedua negara.
  1. Kerjasama dan Hubungan Ekonomi
    Hubungan perdagangan kedua negara mengalami peningkatan setiap tahunnya. Nilai total perdagangan antara Indonesia dan Brunei Darussalam pada tahun 2008 mencapai US$ 2,476 milyar, naik dari total perdagangan tahun 2007, yaitu sejumlah US$ 1,9 milyar. Neraca perdagangan kedua negara khususnya selama lima tahun terakhir menunjukan defisit bagi Indonesia. Hal ini karena Indonesia banyak mengimpor minyak dari Brunei Darussalam.
  2. Kerjasama Sosial-Budaya
    Bidang sosial-budaya merupakan potensi kerjasama yang terlihat cenderung makin meningkat diantara RI dan Brunei Darussalam, diantaranya ditandai dengan kunjungan misi budaya/kesenian kedua negara pada berbagai kesempatan. Pada tanggal 22 April 2008 di Jakarta, Indonesia dan Brunei Darussalam telah menandatangani MoU Kerjasama di bidang Kebudayaan.
    Pada Sidang I Komisi Bersama Indonesia-Brunei Darussalam di Jakarta, Juli 2003, kedua pihak sepakat pentingnya Lembaga Persahabatan Indonesia – Brunei Darussalam untuk meningkatkan saling pengertian dan kerjasama di bidang sosial budaya. Pada tanggal 24 Maret 2009 di Brunei Darussalam, telah diresmikan Brunei Darussalam – Indonesia Friendship Association (BRUDIFA). BRUDIFA sebagai sarana second-track diplomacy antara Indonesia dan Brunei Darussalam bertujuan untuk lebih mempererat hubungan dan meningkatkan kerjasama kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, sosial, pendidikan dan kebudayaan.
  3. Kerjasama lain-lain
    Kerjasama kedua negara di berbagai forum regional dan internasional juga berlangsung dengan baik, seperti dalam forum ASEAN, ARF, ASEM, BIMP-EAGA, PBB, APEC, OKI, G-77, WTO.
6. Indonesia dan Brunei Darussalam, bersama dengan Malaysia telah membentuk Heart of Borneo (HoB) dalam rangka melindungi kawasan kawasan tersebut dari ancaman penebangan liar dan penggundulan hutan serta untuk melakukan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Kerjasama melalui program HoB tersebut dilakukan dengan membangun komitmen ketiga negara dalam kerangka kerjasama konservasi lintas batas dan memperkuat pelaksanaan program lapangan pada kawasan konservasi dan kawasan budidaya.


 

MAKALAH KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA  BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia memiliki sejarah yang panjang mengenai kerajaan-ker...