Rabu, 29 April 2015

MARI MENOLONG AGAMA ALLAH MELALUI SHALAT DAN ZIKIR - ADAB-ADAB MENDIRIKAN SHALAT



MARI MENOLONG AGAMA ALLAH MELALUI SHALAT DAN ZIKIR
ADAB-ADAB MENDIRIKAN SHALAT
  1. ADAB MASUK KEDALAM SHALAT
Shalat adalah tiang agama Islam, batas yang menceraikan antara Islam dengan selainnya. Sudah seharusnya kita berikan perhatian penuh kepada permasalahan tentang shalat ini. Dengan demikian inilah, dia, menjadi pembuka gapura kesenangan dunia dan akhirat.

Apabila kita mau mendirikan shalat yang dapat mencegah Fahsyaa’ dan Munkar, dapat menyampaikan kita kepada kemenangan yang sempurna dan memperoleh keridhaan Allah SWT, Maka:

1.      Hendaklah kita laksanakan shalat sebagaimana yang ditentukan oleh nabi SAW, menurut Kaifat-kaifat dan sifat sifat yang telah beliau laksanakan, dan memerintahkan ummatnya melaksanakannya menurut jangka yang telah beliau jangkakan dan kadar yang telah beliau kadarkan

2.      Hendaklah tiap-tiap sesuatu dari perbuatan-perbuatan shalat, disesuaikan benar-benar dengan cara yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah SAW

3.      Hendaklah kita pahamkan baik-baik makna-makna yang kita baca, hikmat pembacaan dan rahasia-rahasia yang kita laksanakan. Tegasnya, hendaklah kita memenuhi segala adab-adabnya
Persiapan untuk shalat

Sudah dimaklumi, bahwa adab-adab yang dilaksanakan untuk mempersiapkan diri buat mendirikan shalat, ialah: “berthaharah atau berwudhu’ dan berpakaian indah yang layak dengan keadaan seseorang hamba yang hendak berdiri tegak menghadap Allah SWT. Untuk menyatakan kehambaan, kerendahan, kehajatan dan keperluannya kepada yang Maha Esa yang Maha Kuasa atas segala sesuatu itu.” Setelah Selesai menyiapkan yang demikian marilah kita ketempat shalat.
  1. ADAB SEBELUM TAKBIRATUL IKHRAM
Sebelum kita memasuki shalat (sebelum bertakbiratul ikhram) tunaikanlah dan peliharalah dengan sebaik-baiknya akan adab-adab yang dinukilkan ini:

1.      Berdiri dengan lurus, menghadapkan muka ke Kiblat (Kearah sujud) dengan menundukan kepala dan memandang ke tampat sujud. Merenggangkan kaki kira-kira 15cm, jangan direnggangkan sekali dan jangan pula dirapatkan sekali. Dilakukan demikian adalah untuk menyatakan kehambaan diri kita kepada Allah yang tempat kita mengadukan segala perasan, tempat kita bermunajat denganNya.

2.      Baharuilah taubat dari segala dosa yang telah dikerjakan. Jagalah serta peliharalah hati kita dari berbagai-bagai gurisan, dari bermacam-macam lintasan yang memalingkan hati kepada selain Allah SWT. Kita memperbaharui penyelasan disaat ini, adalah supaya janganlah sampai shalat yang kita persembahkan kepada Zat yang Muthlaq itu ditolak, lantasan kemaksiatan yang boleh jadi telah kita lakukan sebelum kita bershalat itu. Dan kita memelihara hati kita sejak dari ketika itu, adalah supaya dikala masuk kedalam shalat, hati kita dengan sepenuhnya hadir bulat kepada Allah SWT. Tuhan yang kita sembah

3.      Ber Iqamatlah dan berdo’alah sesudahnya, hadirkanlah niat, yakni: Ingatlah baik-baik akan apa yang hendak dikerjakan, dan Ikhlaskanlah pekerjaan itu untuk Allah SWT, artinya: tanamkanlah didalam jiwa, bahwa pekerjaan tiu dikerjakan semata-mata kerena Allah SWT, karena mengharap pahalaNya, karena takut kepada siksanya, karena mengakui KebesaranNya, karena nikmat dan karuniaNya yang amat banyak. Kalau kita hitung-hitung nikmatNya. Ingatlah:
§         Dengan siapa kita bermunajat?
§         Dengan apa kita bermunajat?
§         Sudah benarkah cara kita bermunajat?
Janganlah sekali-kali kita masuk kedalam shalat dengan tergesa-gesa, Janganlah kita turuti adab kebanyakan orang, yaitu: tergesa-gesa masuk kedalam shalat, tergesa-gesa pula keluar dari padanya. Sehingga dia tidak mengetahui apa maksud daripada shalat yang ia lakukan. Masuklah kedalam shalat sesudah mewujudkan adab-adabnya, dan janganlah adab-adab didalam shalat dengan sebaik-baiknya. Begitu juga adab-adabnya sesudah shalat.
  1. ADAB-ADAB DALAM SHALAT
Untuk mewujudkan shalat yang diridhai Allah SWT. Hendaklah dipenuhi adab-adab dalam shalat itu. Adab-adab dalam shalat dibagi dua:
Pertama: Adab-adab Umum, yaitu “segala adab yang mesti dilaksanakan diseluruh shalat, tidak ditentukan dengan sesuatu rukun, atau perbuatan
Kedua: Adab-adab khusus, yaitu “segala adab yang ditentukan dengan sesuatu rukun, baik perbuatan ataupun bacaan

§         Adab-adab umum dibagi kepada Empat, yaitu:
1.   Membesarkan Allah SWT dan memuliakanNya. Yakni “Hendaklah sesuatu yang dikerjakan, disertai dengan rasa membesarkan Allah SWT yang berhak menerima Ibadah.” Hal ini dapat kita lakukan apabila kita mengingat benar-benar bahwa diri kita adalah hamba Allah dan Allah adalah Khaliq yang menjadikan kita.

2.   Mewujudkan khusyu’ dan takut kepda Allah SWT. Yakni “Hendaklah shalat itu dilaksanakan dengan Khusyu’ dan takut akan Allah SWT” shalat itu adalah tali perhubungan antara hamba dengan Tuhannya Allah SWT. Karena itu menjadilah sesuatu kewajiban mewujudkan “Khusyu” dan “Takut” Kepada Allah SWT didalamnya. Sebenarnya Khusyu’ dan takut akan Allah SWT bukanlah hal yang sulit kita peroleh. Dia dapat dicapai oleh mereka yang meyakini benar-benar akan Qudarad dan IradatNya.
3.      Menghadirkan hati, yaitu “Hendaklah kita hadapkan segala pikiran kita kepada Allah SWT.
4.      Memahamkan makna yang diucapkan dan yang di kerjakan, yakni “Hendaklah hati memahamkan sesudah mengetahui akan makna yang dilafadzkan oleh lidah dan makna yang dikerjakan oleh anggota jasmani dan Rohani.
§         Adab-adab Khash (khusus) dibagi kepad Dua, yaitu:

1.      Adab khash yang dhahir, dikerjakan oleh anggota-anggota lahir dibawah perintah anggota bathin.

            Adab bertakbiratul Ikhram, Hendaklah kita angkat kedua belah tangan kita kedaun telinga kita, bertentangan tangan-tangan itu dengan bahu, dengan menghadapkan anak-anak jari kedua tangan kekiblat serta mengembangkan keduanya. Sesudah itu, Ucapkanlah takbiratul Ikhram, Yaitu ﮐﺒﺮ ﺍﷲ “Allah Maha Besar”.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Umar R.A Ujarnya:
KANA RASULULLAHI IDZA QAMA LISHSHALATI BAFA’A YADAIHI TSUMMA KABBARA
Artinya: “Adakah Rasulullah Apabila Telah Berdiri Untuk Shalat, Beliau Mengangkat Kedua Tangannya, Kemudian Baru Bertakbir.” (H.R Muslim 1:145)

2.      Adab khash bathin, dikerjakan oleh anggota bathin, lahir bekasannya pada anggota lahir.
      Dan Janganlah kita melafadhkan, lafadh niat sebelum bertakbir itu, Kerena Nabi SAW, Khulafaur Rasyidin, Para sahabat tidak melafadhkan dan tidak pula menyuruh melafadhkan.

      Al Imam Ibnul Hajj dalam Kitabnya Al-Madkhal berkata: “Tidak boleh imam dan makmum, begitu pula orang yang bershalat sendiri, menjaharkan niat (membaca lafadh niat), karena tidak ada diriwayatkan dari Nabi SAW, Khulafaur Rasyidin, Para sahabatnya Bahwa beliau-beliau itu mengerjakannya. Lantaran demikian, menjaharkan niat bid’ah adanya.”
      Nabi SAW diwaktu hendak berikhram, hanya membaca ﮐﺒﺮ ﺍﷲ “Allahu Akbar.” Buku Zadul Ma’ad 1:50. Pengarang Al-Ibda’ (Asy-Syaikh Ali Mahfudh), Berkata: “yang lebih buruk lagi ialah meng Ulang-ulangi lafadh niat hingga terkadang memakan waktu shalat dan mengganggu orang di kelilingnya.”

      Imam Ahmad berkata: “Jika seseorang keluar dari rumah (ke Masjid) untuk mengerjakan shalat, maka itu sudah merupakan niat” (Buku Al-Furu’ 1/347 dan Al-Inshaf, Al-Mardawi 2/23)
      Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyyah dalam Al-Fatawa Al-Kubra, 1/495, mengatakan: “Niat shalat atau ibadah-ibadah lainnya, tidak perlu diucapkan. Para ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati dan bukannya lidah. Jika seseorang secara tidak sengaja mengucapkan apa yang bertentangan dengan apa yang diniatkan didalam hati, maka yang shah adalah niatnya didalam hati, bukan ucapannya.”
      Orang yang shalat sendirian atau shalat dibelakang Imam boleh mengubah niat shalat Fardhunya menjadi shalat sunnah jika waktu shalat masih panjang. Misalnya dia bertakbiratul Ikhram degan niat shalat Fardhu sendirian, kemudian dia mengetahui orang-orang shalat berjamaah, maka dia dianjurkan untuk melakukan hal yang lebih sempurna. Tapi, niat shalat sunnah tidak boleh di ubah menjadi shalat fardhu.

ADAB BERDZIKIR

Untuk melaksanakan dzikir didalam thoriqoh ada tata krama yang harus diperhatikan, yakni adab berdzikir. Semua bentuk ibadah bila tidak menggunakan tata krama atau adab, maka akan sedikit sekali faedahnya. Dalam kitab Al Mafakhir Al-’Aliyah fil Ma-atsir Asy-Syadzaliyah disebutkan pada pasal Adabuddz-Dzikr, sebagaiman dituturkan oleh Asy-Sya’roni bahwa adab berdzikir itu banyak tetapi dapat dikelompokkan menjadi 20 (dua puluh), yang terbagi menjadi tiga bagian; 5 (lima)adab dilakukan sebelum bedzikir, 12 (dua belas)adab dilakukan pada saat berdzikir,  2(dua) adab dilakukan seelah selesai berdzikir.
Adapun 5 (lima ) adab yang harus diperhatikan sebelum berdzikir adalah;
1. Taubat, yang hakekatnya adalah meninggalkan semua perkara yang tidak berfaedah bagi dirinya, baik yang berupa ucapan, perbuatan, atau keinginan.
2. Mandi dan atau wudlu.
3. Diam dan tenang. Hal ini dilakukan agar di dalam dzikir nanti dia dapat memperoleh shidq, artinya hatinya dapat terpusat pada bacaan Allah yang kemudian dibarengi dengan lisannya yang mengucapkan Lailaaha illallah.
4. Menyaksikan dengan hatinya ketika sedang melaksanakan dzikir terhadap himmah syaikh atau guru mursyidnya.
5. Meyakini bahwa dzikir thoriqoh yang didapat dari syaikhnya adalah dzikir yang didapat dari Rasulullah SAW, karena syaikhnya adalah naib (pengganti ) dari Beliau.
Sedangkan 12 (dua belas) adab yang harus diperhatikan pada saat melakukan dzikir adalah;

1. Duduk di tempat yang suci seperti duduknya didalam shalat..
2. Meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya
3. Mengharumkan tempatnya untuk berdzikir dengan bau wewangian, demikian pula dengan pakaian di badannya.
4. Memakai pakaian yang halal dan suci.
5. Memilih tempat yang gelap dan sepi jika memungkinkan.
6. Memejamkan kedua mata, karena hal itu akan dapat menutup jalan indra dhohir, karena dengan tertutupnya indra dhohir akan menjadi penyebab terbukanya indra hati / bathin.
7. Membayangkan pribadi guru mursyidnya diantara kedua matanya. Dan ini menurut ulama thoriqoh merupakan adab yang sangat penting
8. Jujur dalam berdzikir. Artinya hendaknya seseorang yang berdzikir itu dapat memiliki perasaan yang sama, baik dalam keadaan sepi (sendiri) atau ramai (banyak orang).
9. Ikhlas, yaitu membersihkan amal dari segala ketercampuran. Dengan kejujuran serta keikhlasan seseorang yang berdzikir akan sampai derajat Ash-Shidiqiyah dengan syarat dia mau mengungkapkan segala yang terbesit di dalam hatinya (berupa kebaikan dan keburukan ) kepada syaikhnya.Jika dia tidak mau mengungkapkan hal itu, berarti dia berkhianat dan akan terhalang dari fath (keterbukaan bathiniyah).
10. Memilih shighot dzikir bacaan La ilaaha illallah, karena bacaan ini memiliki keistimewaan yang tidak didapati pada bacaan-bacaan dzikir syar’i lainnya.
11. Menghadirkan makna dzikir didalam hatinya.
12. Mengosongkan hati dari segala apapun selain Allah dengan La ilaaha illallah, agar pengaruh kata “illallah” terhujam didalam hati dan menjalar ke seluruh anggota tubuh.

Dan 3 (tiga) adab setelah berdzikir adalah;
1. Bersikap tenang ketika telah diam (dari dzikirnya), khusyu’ dan menghadirkan hatinya untuk menunggu waridudz-dzkir. Para ulama thoriqoh berkata bahwa bisa jadi waridudz-dzikr datang dan sejenak memakmurkan hati itu pengaruhnya lebih besar dari pada apa yang dihasilkan oleh riyadloh dan mujahadah tiga puluh tahun.
2. Mengulang-ulang pernapasannya berkali-kali. Karena hal ini (menurut ulama thoriqoh) lebih cepat menyinarkan bashiroh, menyingkapkan hijab-hijab dan memutus bisikan-bisikan hawa nafsu dan syetan.
3. Menahan minum air. Karena dzikir dapat menimbulkan hararah (rasa hangat di hati orang yang melakukannya, yang disebabkan oleh syauq dan tahyij (rasa rindu dan gairah) kepada Al-Madzkur/ Allah SWT yang merupakan tujuan utama dari dzikir, sedang meminum air setelah berdzikir akan memadamkan rasa tersebut.
4. Para guru mursyid berkata:”Orang yang berdzikir hendaknya memperhatikan tiga tata krama ini, karena natijah (hasil) dzikirnya hanya akan muncul dengan hal tersebut.”Wallahu a’lam.


EKOSISTEM , KOMPONEN ABIOTIK DAN BIOTIK

Macam-macam dalam ekosistem  yaitu ekosistem laut, ekosistem hutan ekosistem laut , ekosistem pantai, dll.

berikut ini akan dijelaskan secara lebih detail tentang macam-macam ekosistem dan komponen biotik dan komponen abiotik



EKOSISTEM
PENGERTIAN EKOSISTEM
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi
Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada

MACAM-MACAM EKOSISTEM
Ekosistem hutan hujan tropis
Ekosistem ini berhubungan dengan hutan belantara yang beragam dan kepadatan tinggi. Ekosistem hutan hujan tropis merupakan ekosistem bioma yang paling padat di bumi ini. Tumbuhan yang tersebar dan padat dimana-mana yang kebanyakan perennial, menghalangi sinar matahari dan memiliki suhu yang optimun dalam mempercepat dekomposisi. Dikarenakan padatnya produsen pertama dalam ekosistem ini, banyak konsumen-konsumen atau jenis spesies heterotroph lain yang hidup ekosistem hutan hujan tropis ini. Contoh,  Hutan Kalimantan, Hutan di Amazon dan hutan lain yang berada di bagian tropis.



Ekosistem hutan gugur
Ekosistem bioma ini mencakup hutan-hutan yang memiliki jenis pohon yang menggugurkan daunnya saat musim gugur atau musim dingin tiba. Ekosistem hutan gugur dapat anda temukan pada daerah Eropa ataupun Amerika Utara. Hewan hewan yang hidup pada  ekosistem gugur kebanyakan berbulu tebal dan pepohonan umumnya berkulit keras. Kondisi suhu ekosistem hutan gugur lebih dingin dari Ekosistem hutan hujan tropis tetapi masih lebih hangat dari ekosistem taiga.

Ekosistem Taiga
Ekosistem ini lebih dingin dari ekosistem hutan 4 musim . Ekosistem taiga dapat ditemukan di daerah Kanada, sebagian Alaska . Ekosistem taiga masih lebih hangat dibanding dengan ekosistem tundra.  Suhu pada ekosiste taiga dapat berada dibawah 0 celsius selama 6 bulan setiap tahun. Pepohonan yang hidup pada ekosistem ini seperti konifer dan sejenisnya. Organisme lain seperti Lichen (liken) dan lumut umum ditemukan.


Ekosistem Tundra
Ekosistem tundra merupakan ekosistem yang paling dingin dari ekosistem bioma lain yang ada. Dikarenakan rendahnya suhu ekosistem tundra, menyebabkan kurangnya tumbuhan yang dapat tumbuh dan banyak hewan seperti burung-burung pindah atau migrasi ke tempat yang lebih hangat saat musim dingin tiba. Musim dingin sangat lama dibandingkan dengan musim panas sehingga pada saat musim panas yang singkat inilah lumut, lichen dan tumbuhan tumbuh cepat. Ekosistem taiga dapat ditemukan di Kanada bagian utara dan Rusia bagian Utara.


Ekosistem Gurun
Ekosistem gurun dapat dilihat pada gurun Sahara di Afrika bagian utara. Keunikan ekosistem gurun terletak pada curah hujan yang dimiliki yang kurang dari 25 cm per tahun yang menyebabkan tumbuhan yang dapat tumbuhpun berkurang. Tumbuhan yang dapat tumbuh pada ekosistem gurun ini contohnya adalah kaktus yang telah beradaptasi untuk menghadap panasnya gurun. Hewan yang dapat ditemukan pada ekosistem gurun seperti ular dan mamalia kecil yang mampu menggali lubang atau terowongan untuk berlindung dari panasnya cahaya matahari. 


Ekosistem padang rumput
Ekosistem ini dinamakan ekosistem padang rumput karena tumbuhan yang dominan adalah rerumputan dan sejenisnya yang menjadi produsen utama. Ekosistem padang rumput  memilki curah hujan yang lebih besar dari ekosistem gurun, tetapi lebih sedikit dari ekosistem kaparral.  Curah hujan yang tidak terlalu deras ini memungkinkan garam-garam mineral dan nutrisi tumbuhan tidak terkikis sehingga rerumputan dan sedikit pohon dapat tumbuh subur. Hewan yang hidup dalam ekosistem padang rumput ini kebanyakan adalah mamalia yang mampu bergerak cepat seperti kijang, rusa, jerapah, singa, cheetah dan lainnya. Ekosistem padang rumput dapat anda amati di daerah Afrika tengah.


Ekosistem Kaparral
Ekosistem ini memiliki curah hujan yang sedikit lebih besar dari ekosistem padang  rumput dan sering terjadi selama musim semi dan sering terjadi selama musim panas. Dikarenakan hal ini, tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kapparal termasuk tahan temperatur tinggi seperti Yucca, pohon oak, kaktus, pepohonan berkayu, anggur,  zaitun  dan hewan seperti cayote, Jack rabbit dan kadal. Anda dapat menemukan ekosistem kaparral di daerah California.

Ekosistem hutan hujan beriklim sedang
Keunikan dari ekosistem ini adalah presipitasi yang tinggi degan curah hujan sekitar 250 cm pertahun dengan temperatur sekitar 50 -65 F. Tumbuhan yang hidup pada ekosistem ini adalah pohon konifer. Ada juga lumut, liken dan jamur yang tumbuh melimpah pada ekosistem ini. Hewan yang hidup pada ekosistem hutan hujan sedang ini adalah kijang ,rusa, beruang, keong, dan banyak spesies burung dan banyak lagi hewan lainnya. Anda dapat menemukan ekosistem hutan hujan sedang di Olympic peninsula di Negara bagian Washinton.




KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK
Komponen Abiotik
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu:
  1. Suhu. Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
  2. Air. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.
  3. Garam. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.
  4. Cahaya matahari. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.
  5. Tanah dan batu. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.
  6. Iklim. Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihunikomunitas tertentu.
Komponen Biotik
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
  1. Heterotrof / Konsumen. Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya . Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
  2. Pengurai / dekomposer. Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu:
  • aerobik : oksigen adalah penerima elektron / oksidan
  • anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan
  • fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.
Contoh Gejala Alam Biotik
  1. Rantai makanan, yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga, terdiri atas hewan-hewan karnivora. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang.
  2. Jaring- jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.

MAKALAH KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA  BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia memiliki sejarah yang panjang mengenai kerajaan-ker...